Emansipasi Wanita dalam kesetaraan gender di Film Kartini

Dalam memperingati hari RA Kartini yang setiap tahun pasti dirayakan dengan berpakaian tradisional Indonesia, Aku sendiri menyempatkan waktu untuk menonton langsung filmnya di Netflix via IndiHome sebagai Internet Keluarga yang paling bisa diandalkan. Berlangganan Netflix sekarang sangat praktis dengan paket bundling dari IndiHome yang masih dalam Telkom Group. Jadi, pembayarannya sudah sangat praktis, kan.

Sejujurnya, aku tidak terlalu paham mengenai kisah hidup RA Kartini, yang aku tahu Beliau pahlawan emansipasi kesetaraan gender bagi Wanita. Dimana Beliau ingin menyamaratakan derajat Wanita dan mendapatkan hak Pendidikan yang sama dengan pria. Tetapi, di film ini aku mendapatkan gambaran jelas mengenai kehidupan Ibu Kartini dari kecil hingga dewasa. 

Continue reading “Emansipasi Wanita dalam kesetaraan gender di Film Kartini”

5 Tips Pilih Laptop Yang Cocok Untuk Work From Home

Pandemi  Covid-19 sudah berlansung dua tahun lebih. Sudah dari tahun Februari 2020 pula aku menerapkan kebiasaan baru seperti work from home dan melakukan segala aktivitasnya melalui onlineBagi aku yang pekerja kantoran ini memang berasa banget pentingnya sebuah laptop untuk kerja dari rumah. Ya, untuk itu perlu juga membeli laptop yang sesuai dengan spesifikasi mumpuni agar kegiatan work from home dapat berjalan lancar tanpa kendala.

Oh iya, bagi kalian para pekerja ataupun anak kuliah dan sekolahan yang sedang mencari laptop, aku ada beberapa tips nih sebelum kalian membelinya. Berikut ini kami berikan lima tips membeli laptop baru.

Continue reading “5 Tips Pilih Laptop Yang Cocok Untuk Work From Home”

Awal Kisahku Merantau Dimulai Dari Kota Bitung

Setelah selesai pelatihan dasar militer selama tiga bulan di Juanda, Sidoarjo, Jawa Timur, akhirnya aku mendapatkan penempatan tetap. Memang, selama setahun ini kami ditempatkan sementara di Jakarta untuk magang, dan setelahnya baru mendapatkan penempatan tetap. Pukul 10.00 kami sudah berkumpul di lapangan untuk dibacakan pengumuman. Satu persatu mulai disebutkan. Ada yang penempatan di Aceh, Batam, Ambon hingga Merauke. Aku sendiri mendapatkan penempatan di Kota Bitung, Sulawesi Utara.

Pertama mendengarnya, aku langsung lemas. Gimana sih rasanya mau nangis tapi ga bisa? itulah yang aku rasakan pas dapat penempatan di luar pulau Jawa.  Memang, sebelumnya aku terlewat pede karena menjadi kandidat untuk penempatan Jakarta, nyatanya aku tetap dilempar ke daerah juga.

Kakak dan Ibu aku pun sudah pasrah ketika mendapatkan penempatan jauh di sulawesi utara sana. Yang aku bisa lakukan adalah berdamai dengan keadaan. Menerima bahwa aku akan tinggal jauh dari orang tua dan teman-teman. Ada yang mengatakan aku lebay, tapi pernah ga sih kalian merasakan orang yang udah tinggal menetap lama dan ga pernah merantau, tiba-tiba mendapatkan penempatan jauh di luar pulau, pasti shock lah.

Bagaimana aku berdamai dengan keadaan? ya, selama ini aku berusaha mengelabuhi pikiranku yang liar ini. Aku menganggap bahwa tinggal di sana menyenangkan. Aku bisa memulai bisnis, merawat diri jadi lebih baik dan lebih pentingnya aku bisa bermain game sesuka hati. Ya, nyatanya aku tetap cemas juga, memang hanya waktu yang bisa mengobatinya.

Tiba di Bandara Soekarno Hatta

Tanggal 3 Januari 2022 adalah awal pertualangan aku di Sulawesi dimulai. Aku tiba di Bandara Sam Ratulangi, Manado dan kemudian pindah ke kantor aku di Manado. Singkat cerita, aku disuruh orientasi dulu seminggu di Manado dan Seminggu di Kapal. Soal orientasi ini aku ga banyak komentar. Intinya, aku ingin buru-buru ke Bitung dan tinggal menetap di sana.

Suasana Jalan Kota Bitung di Girian

Setelah masa orientasi berakhir, akhirnya aku dijemput dari Manado ke Bitung, tempat dimana aku ditempatkan sesuai surat perintah dari pusat. Bagaimana rasanya di Bitung? yang pastinya senang banget. Tempat yang tidak seburuk yang aku kira lah. Ya, aku memang masih bisa melanjutkan aktifitas seperti membaca buku dan menulis blog seperti di Jakarta dahulu. Cuman job seperti endorse produk sepertinya sudah tidak ada. Mengingat biaya pengiriman yang mahal dari Jakarta ke sini. Mau ga mau ya aku harus pindah market ke Sulawesi Utara.

Suasana Kota Bitung dari Ketinggian

Berada di Bitung ini memang menyenangkan. Kota yang tidak terlalu rame seperti di Jakarta, sangat cocok bagi aku yang introvert. Apalagi aku tinggal agak jauh dari pusat kota dan tidak ada pemukiman. Pagi hari pun aku hanya mendengar suara ayam berkokok dan burung yang hilir mudik di angkasa.

Malam itu, aku iseng buat video keberangkatan dari Jakarta ke Bitung. Lalu tidak disangka video tiktok aku FYP (For Your Page) dan viral di area Sulawesi Utara. Banyak dari mereka yang tinggal di sini menyambut aku secara daring dengan sangat baik. Aku bersyukur mendapat penempatan yang tepat di sini karena orangnya ramah-ramah. Ya, merantau tidaklah seburuk dan menakutkan. Mungkin cara inilah yang bisa membuat aku untuk hidup secara mandiri, setelah 30 tahun lamanya tinggal bersama orang tua.

Solusi Konsultasi dengan Psikolog Disaat Pandemi Seperti Sekarang Ini

Aku teringat ceramah salah satu ustad yang sering didengar melalui podcast, kita hidup di dunia ini saja sudah masalah, kalau tidak mau masalah ya tidak usah hidup, begitu katanya. Jadi, jangan menganggap bahwa hanya dia, atau aku saja yang mempunyai banyak masalah. Karena semua pasti mendapatkan masalahnya masing-masing, sesuai dengan porsinya. Dan Allah pun tidak akan memberikan ujian/cobaan diluar batas kemampuan umatnya. Sekarang ini yang jadi permasalahan sekarang adalah, bagaimana mencari solusi dari masalah tersebut, kan?

Awal tahun 2021 ini aku baru pindah kerja. Biasa, shock culture di tempat baru yang membuat aku sangat stress. Saking stressnya, berat badan aku turun sampai 4-5 kg. muka kucel, kurang bersemangat dan gampang banget marah karena tuntutan kerjaan di tempat baru.

Akhirnya, aku meluapkan emosi dan stress tadi ke sosial media. Ternyata, curhat ke sosmed itu ga membuat aku menjadi lebih tenang juga. Bahkan, aku jadi lebih stress manakala teman aku malah balik membuat aku makin tersudut, dan menjadi merasa bersalah karena kelakuan aku ini. Aku pikir-pikir, kayaknya ada yang salah dengan cara aku curhat di sosmed. Yasudah, aku coba tahan segala curhatan di sosmed.

Akhirnya, aku mencoba curhat ke teman dekat aku saja. Dia hanya bisa mendengarkan keluhan dan curhatan aku, tanpa bisa memberikan solusi apa yang perlu aku lakukan dalam menangani permasalahan aku saat itu. Akhirnya, lambat laun aku coba belajar dari artikel, dari video youtube, tetapi sama saja tidak mendapatkan solusinya.

Aku coba daftar mentoring. Ya, yang menjadi tantangan saat mentoring ini adalah cukup susahnya deal soal jadwal. Sekalinya pas, si mentor ga bisa memberikan mentoring karena belum menguasai persoalan yang aku hadapi. Sampai aku pun rasanya udah hopeless. Mentor aja ga mampu, apalagi aku? Sampai akhirnya ada satu mentor yang mau menerima keluhan yang aku rasakan ini. Tapi, setelah berkonsultasi selama 75 menit, rasanya kok sama aja ya. Aku ga mendapatkan solusi dari apa yang aku rasakan ini.

Aku makin bingung manakala situasi pandemi covid-19 ini makin teruk. Korban makin banyak. Jangankan di luar sana, di kantor aku sendiri banyak yang jadi cluster covid-19. Aku berniat untuk konsultasi di puskesmas, sama seperti yang pernah temanku lakukan, tapi itu ga mungkin untuk saat ini, karena sekarang puskesmas lebih fokus menangani covid-19.

Disaat harapan yang mulai pupus, Temanku menyarankan aku untuk daftar konsultasi psikologi di psylution.id dan  Aku langsung ngecek ke instagramnya. Tanpa pikir panjang, aku langsung chatting dengan nomor yang sudah tertera di link ini. Begitu chat, responnya lumayan cepat. Aku juga sempet kaget manakala harganya cukup terjangkau, dengan kualitas psikolog yang kredibel. Janjian untuk konsultasinya pun simpel dan begitu aku kasih hari dan jam-nya, langsung deal dong.

Beberapa hari sebelumnya, admin telah mengirimkan invitation google meet ke email aku. Konsultasi menggunakan media video call begini adalah solusi banget disaat aku sendiri takut untuk keluar rumah, apalagi ke luar rumah untuk untuk konsultasi ke psikolog.

Sekitar 60 menit aku berkonsultasi dengan menggunakan google meet. Aku menceritakan dari awal hingga akhir apa yang aku rasakan, dan harapan solusinya bagaimana. Rasanya setelah konsultasi bagaimana? lega banget. Tapi bukan sekedar lega karena bisa menceritakan segala hal yang menjadi problem dalam hidup. Namun, yang aku ingin dapatkan adalah solusi dan jawaban yang perlu aku lakukan kedepannya.

Ke psikolog sendiri bukan berarti kita sakit jiwa ya. Aku sendiri sudah konsultasi ke beberapa teman dan memang tidak mendapatkan jawaban atas persoalan hidupku. Ya, aku sadar bahwa mereka memang bukan bidang profesional untuk itu. Makanya aku memilih psikolog untuk mengatasi persoalan yang aku rasakan, agar segera mendapatkan jawabannya. Sehingga kedepannya aku tidak salah langkah.

Setelah berkonsultasi hidupku menjadi lebih tenang. Aku mulai membuat mindmap, mulai fokus apa yang aku harus fokus. Aku jadi lebih bersyukur, karena saat pandemi ini aku masih bisa bekerja. Karena lihat di luar sana, masih banyak pengangguran. Dengan banyak bersyukur, aku jadi lebih menikmati hidup ini. Itu sih yang aku rasakan.

Jadi intinya, konsultasi dengan psikolog itu bukan berarti harus ada gangguan jiwa ya. Bisa jadi, butuh saran, opini, arahan dalam menentukan tujuan hidup. Karena, para psikolog di psylution.id sudah ahli dalam bidangnya, jadi aku sendiri tidak ragu untuk berkonsultasi di sana.

photo by: klikdokter.com

Tulisanku ini Untukmu Sahabat

Pagi itu, Aku berangkat ke kantor seperti biasanya yaitu mepet jam 9, padahal masuk kantor jam 9 pagi. Sesampainya di kantor, Aku melihat ada orang baru di sebelah tempat duduk Aku. Dia memakai kemeja lengan pendek. Rambut disemir rapi. Dia ternyata adalah anak baru yang minggu lalu di-interview oleh kawan Aku, Irvan. Si anak baru ini nantinya akan bekerja sebagai Quality Control.

Anak baru tersebut bernama Dewo. Seperti orang baru pada umumnya, obrolan kami dimulai dari background kuliah, pengalaman kerja, dan lainnya. Sampe kami pun makin akrab. Dua hari kemudian, Dewo dipindahkan tempat duduknya ke ruang sebelah. Alhasil Aku duduk sendirian lagi, dengan bos yang selalu ada di depan Aku persis.

Dua minggu setelah Dewo masuk, muncul anak baru lagi. Dia adalah ocky. Jabatan dia sebagai content management. Awalnya si ocky ini pendiem banget, tapi ternyata anaknya asik, terkadang ga jelas dan akhirnya kami berempat yaitu irvan, ocky, Dewo dan Aku menjadi semakin akrab. kami kemana-mana pasti bareng. makan siang bareng.  Chill bareng setiap jam 4 sore di gazebo. 

Aku dan dewo ini seringkali meeting bareng. Karena kerjaan kami memang saling terkait. Aku bagian software development bersama dengan Denis, sedangkan dewo pelaksana di lapangannya, tim quality controller yang memastikan software berjalan lancar di mesin kioks.

Aku ingat, setiap rabu jam setengah 2 siang, kami pasti meeting di Alfa tower. Membahas tentang update software, penyebaran mesin ke beberapa cabang, dan marketingnya. Karena kantor kami ini start-up, jadi Aku dan teman-teman seringkali merangkap kerjaan. Bahkan, Aku pernah menjadi sales, legal, quality controller, human resouce, bussiness development, padahal jabatan Aku sebenarnya adalah IT Manager.

Kebingungan disuruh membuat skenario bisnis

Pernah suatu ketika, Aku dan Dewo disuruh oleh bos untuk membuat skenario bisnis kantor kami kedepannya. Termasuk kebutuhan pegawai, gaji pegawai, sampai kantor cabang hingga gudang. Pusing bukan main, karena Aku sendiri ga ngerti soal begituan.

Alhasil Aku dan Dewo ngasal tapi sesuai fakta. Ngasal yang dimaksud, kami ga tau kedepannya kantor akan bagaimana, yasudah kami tentukan sendiri beberapa tempat untuk dijadikan cabang dan gudang, sedangkan kebutuhan pegawai sendiri Aku googling aja. This is it, akhirnya perencanaan yang kami buat jadi juga.

Group anti panik-panik club

Jumat pagi itu, bos kami marah-marah dan biasa, terlihat sangat panik. Sebenarnya udah ga asing sih ngeliat dia panikan gitu. Btw, dia tuh panik lantaran bos menegurnya karena alasan project yang lambat. Aku orang yang paling kena imbasnya karena berhubungan dengan software dan project, tapi yang lain juga kena sih, termasuk Irvan.

Lantaran kesal, sehabis sholat jumat, tiba-tiba ada sebuah group bernama anti panik-panik club dengan foto bos kami yang dijadikan profile picture. Ngakak luar biasa. Ada aja idenya si Irvan buat group. Tapi boleh juga sih, anggap aja ini group underground kami berempat.

Tiba-tiba jadi sales

Hal yang masih Aku ingat adalah ketika disuruh menjadi sales untuk mempromosikan sebuah produk ke client. kebetulan, client ini pengguna mesin kami juga. Sebenarnya, meeting kali ini lebih fokus membahas update project mengenai system development dan mesin kioks. Saat itu ada kiky sebagai PM dan Dewo sebagai penanggung jawab mesin kioksnya.

Dua jam berlalu, tiba saatnya Aku ngomong, dan eng ing eng, laptop Aku hang dong. Aku kan lagi play video company profile lalu laptop itu freeze. Client langsung bilang, emang mau promosiin apa? mau memperkenalkan ini pak. Oh, Aku sudah tau dari mba ini soal produk itu. Dan gagal sudah Aku menjadi sales karena perkara laptop. Dewo ngakak melihat laptop Aku yang nge-freeze tersebut.

Karena stress, Aku bilang ke Dewo, jangan balik dulu lah, kita makan dan minum kopi dulu aja. Akhirnya, kami makan di kfc dekat kantor client. Enaknya meeting bareng Dewo ini, dia ga buru-buru pulang. Habis meeting ya nongkrong dulu sambil chill menikmati sore yang macet.

Sahabat paling bisa diandalkan

Diantara teman kantor Aku, jujur Dewo ini paling bisa diandalkan. Segala yang berbau IT-Support pasti dia paham. Entah itu install ulang, tentang kerusakan laptop, tips beli laptop, ganti ram, dan lainnya. Saking bisa diandalkannya, bos Aku pun meminta tolong ke dia untuk dicarikan laptop . Dewo memang supel dan mau belajar. Bahkan, dia jadi trainer untuk mengajari cara penggunaan mesin kioks. Hal yang berurusan dengan mesin kioks kami, dia jadi ahlinya.

Urusan software testing pun pasti kami menghubungi Dewo. Karena dia punya pc yang super canggih, jadi pakai android studio di pc-nya dia, ga akan loading. Aku sendiri pernah Aku coba pake laptop pribadi, dan freeze alias hang. Alhasil, ga lagi deh pake android studio di laptop pribadi, apalagi laptop kantor yang lemotnya minta ampun. 

Hari pernikahan

Awal tahun 2020 lalu, Dewo menikah. Ada satu hal yang lucu ketika dia menikah. Di acara resepsinya, Aku, irvan dan ocky memutuskan untuk datang malam hari, biar ga panas juga di jalan. Kami melihat mobil bos yang ternyata sudah lebih dahulu tiba ditempat acara. Bukannya nyamperin, tapi kami malah menunggu bos itu keluar dari acara. Hingga tiba waktunya dia pulang dan kami masuk ke tempat resepsi.

Walau tinggal sisa, tapi kami beruntung bisa ngobrol dengan pengantinnya. Dewo cerita, saat bos kami salaman ke pengantin, bukannya bilang selamat atas pernikahannya, malah ditanyain kerjaan bagaimana updatenya. Sontak kami pun ketawa ngakak.

Selepas menikah, Dewo pun memutuskan untuk bulan madu. Gilanya lagi, dia cuman dikasih jatah 3 hari cuti untuk bulan madu. Itupun selama bulan madu, dia masih harus ngurusin kerjaan. Ya, karena kami emang lagi sibuk-sibuknya saat itu. Project berdatangan di waktu bersamaan, manakala Dewo termasuk orang yang paling dibutuhkan.

Pandemi datang tanpa diundang

Berita hari itu sangat heboh. Terdapat dua orang yang sudah terinfeksi covid-19. Mereka adalah ibu dan anak dari kota depok. Mereka terkena covid-19 saat sedang berada di sebuah kafe di Kemang.  Tak berapa lama, masih hitungan minggu, kasus makin banyak di Jakarta. hingga akhirnya, kantor kami memutuskan untuk work from home sejak PSBB pertama kali diberlakukan.

Kami tidak bisa meeting offline lagi. Tidak bisa chill pada jam 4 sore. Tapi sebagai gantinya, kami ganti waktu chill dengan main game di jam 4 sore juga. Biasanya, kalau kerjaan tidak hettich, kami main game yang lagi booming saat itu yaitu game impostor. Seru sih, walau lama-kelamaan bosen juga. Ngobrolinnya bukan soal atasan atau kerjaan lagi, tapi kepada gaji yang sering telat, sampai rencana resign.

Hampir ketahuan ngomongin bos saat concall

Karena WFH begini, kami harus share screen soal kerjaan yang sudah dikerjakan kepada bos. Orang yang paling sering share screen adalah ocky. Dia tuh kadang ga dimatiin notifikasi whats app webnya. Alhasil, setiap ada chat masuk, pasti nongol dong di layar.

Dan hal itu terjadi. Aku lagi iseng ngomongin bos di group, tiba-tiba muncul dong chat itu pas lagi share screen. Malu luar biasa, sampai Aku ajarin ocky caranya block notifikasi wa web. Dewo pun berinisiatif mengganti nama group menjadi vario club. Karena kami berempat ini kebetulan memiliki motor vario, alhasil sebagai langkah yang baik diganti nama groupnya saja, supaya tidak ketahuan bos, hehe.

Teman project terbaik sepanjang masa

Keadaan makin tidak baik-baik saja ketika gaji makin sering telat. Sampai akhirnya memaksa Dewo untuk mencari project di luar sana. Maklum, bagi orang yang sudah berkeluarga, perlu ada pemasukan setiap harinya, untuk istrinya. Dalam kebingungan, Dewo menelpon Aku untuk mengajak project bersama untuk membangun sistem maintence building.

Tanpa pikir panjang, Aku langsung menerima tawaran tersebut. Kami berdiskusi soal pembagian uang project, hingga orang-orang yang akan terlibat. Dia sendiri bersyukur karena menelpon orang yang tepat, yaitu Aku. Karena Aku memang banyak kenalan dengan developer. Secara Aku kan yang ngurusin sistem.

Project kami pun Alhamdulillah berjalan lancar. Kebetulan client kami juga masih kerabatnya dengan Dewo. Kami pernah ngurusin project sampai jam 2 pagi, lho. Karena pagi harinya, client kami mau presentasi, alhasil mau ga mau harus diselesaikan malam itu juga. Dewo ini orang yang pekerja keras. Apa aja dikerjain sama dia. Sampai urusan buat web company profile pun dilakuin sama dia demi istri dan calon buah hatinya.

Ngumpul di Bogor

Sudah sejak lama semenjak pademi itu, kami ingin ke Bogor ataupun ngumpul-ngumpul seperti dahulu lah. Tapi selalu terkendala soal waktu dan waktu. Barulah pada hari minggu itu, Dewo, ocky dan aku bisa hadir ke bogor, menemui rumah irvan. Kami berkeliling kota bogor dan berkunjung ke kafe hits di sana. tak lupa makan malam di sate kambing paling terkenal. sorry aku lupa namanya apa, tapi emang enak.

Lahiran putra pertama

Pagi itu, Dewo memberi kabar bahwa telah lahir anaknya yang bernama syadam. Seorang anak laki-laki yang bakal menjadi Dewo junor kelak. Kami pun berbahagia atas kelahiran anaknya tersebut. Tak lupa, kami juga menyiapkan kado khusus untuk diberikan kepada anaknya. Dari empat orang, hanya Aku dan Ocky yang bisa berkunjung ke rumahnya. Senang sih, kita bisa kumpul lagi.

Baru ketemu lagi untuk membahas project masa depan

Pandemi covid-19 makin teruk. Di kantor Aku sendiri udah banyak cluster. Aku juga sempet jadi odp (orang dalam pemantauan) selama sebulan. Tapi Alhamdulillah hasilnya negative dari covid-19. 

Karena Aku ingin expand project kemana-mana. Akhirnya, kami bertemu kembali. siang itu ada juga teman satu team yang datang yaitu afif dan keenan. Ini momen paling langka, karena kami susah banget ketemunya. Berbulan-bulan ngurusin project bersama dalam satu tim, tapi kami belum pernah ketemu, dan baru kemarin itu bertemu, walau kurang rafi sih sebenarnya.

Tiba-tiba dia pergi untuk selamanya

Elvi, admin kantor Aku yang di start-up meminta tolong untuk diajarkan bagaimana caranya update product di cms. Elvi juga bilang, Dewo ga bales-bales wa-nya bos Aku dulu. Alhasil, dia yang disuruh untuk mengerjakan seluruh pekerjaannya Dewo. Aku sempet bilang ke group. Kasian elvi, kerjaan kita semua akhirnya dia yang ngerjain. Dewo pun membalas, iya sorry gw lagi demam, padahal udah bilang ke doi juga.

Bos Aku sampai concall dengan ocky untuk ngomongin Dewo aja karena ga ada respon sama sekali. Beberapa hari berlalu, tiba-tiba ada telepon dari om-nya Dewo yang kebetulan memang client dalam project. Dia meminta tolong untuk diperbaiki beberapa hal yang error di sistem. Dia ga bisa cetak report yang pdf. Sembari ngobrolin project, om-nya Dewo pun bilang bahwa Dewo sekarang masuk ruang ICU di rs mitra keluarga cengkareng. Mendengar hal tersebut, Aku panik dan tangan Aku gemeteran.

Aku langsung telepon irvan, meminta irvan untuk konfirmasi ke istrinya. dan benar, dia masuk ruang ICU karena kena covid-19. Saturasinya saat itu masih 80-90. Memang belum stabil tapi masih batas aman. 5 Hari berlalu, denis tiba-tiba menanyakan kabar Dewo gimana. Irvan pun mengupdate dari istrinya, memohon doanya untuk Dewo, saat ini Dewo sedang dibius sehingga tidak sadarkan diri dan memakai ventilator karena saturasinya tidak stabil. Besok sorenya, kami mendengar kabar Dewo sudah meninggal.

Sedih, sedih banget. Aku kenal sama Dewo ini memang baru 1.5 tahun, tapi rasanya perkenalan kami itu seperti 20 tahun kenal. Aku hanya bisa mendoakan semoga Almarhum Dewo diterima amal dan ibadahnya oleh Allah SWT. Semoga jasa-jasa Almarhum Dewo selalu abadi dan bisa menjadi ladang amal di akhirat kelak.