Ketika Bangun Tanpa Pekerjaan: Antara Bebas dan Bingung

Bangun tidur kali ini terasa beda dari biasanya. Ga ada hiruk pikuk kesibukan di pagi hari. Ga ada bermacet-macetan di jalan raya. Ga ada makan siang di kantin dan minum matcha jago. Ya, aku baru saja kena phk dari kantor dari pertengahan juli. Sebenarnya ini bukan yang pertama, tapi kedua kalinya aku kena phk. Yang pertama di tahun 2024, qodarullah di tahun berikutnya aku juga kena phk.

Jujur, aku sendiri sedih karena di usiaku yang sudah 30an tahun ini masih belum menemukan pekerjaan tetap. Masih harus mencari kerja dan bersaing dengan lulusan baru yang lebih fresh, dan lebih pintar dariku. Kepikiran? iya banget. Aku sampai harus ke psikolog karena hal ini. Kurang lebih satu bulan aku stress luar biasa, sampai berpikir kalau aku manusia paling gagal. Aku malu dengan orang tua dan abangku yang lebih sukses dariku. Lebih mapan disaat mereka sudah di usia 33 tahun.

Pasca kena phk dan menganggur tanpa kerjaan memang buat stress. Apalagi dahulu aku punya 3 penghasilan sekaligus. Dari pekerjaan utama, freelance sebagai konten kreator dan terakhir aku punya bisnis UMKM. Sekarang? semuanya hilang. Iya semuanya hilang.

Mungkin dahulu aku terlalu sombong karena sering memamerkan segala yang aku punya, termasuk 3 penghasilan itu. Aku merasa secure banget tapi aku lupa bahwa ya semua itu hanya titipan. Semua yang kita punya hanya dititipkan oleh Allah. Aku ga tau kedepannya seperti apa, dan ternyata akan diambil lagi oleh Allah.

Yang aku syukuri saat ini adalah aku masih sehat. Masih bisa olahraga gym. Aku bisa mengendalikan diriku sendiri. Masih punya Allah dan Rosulullah sebagai panutanku. Aku masih punya orang tua dan abangku. Aku masih tinggal di rumah. Aku masih punya dana darurat untuk 3 bulan kedepan.

Di tulisan ini sebenarnya aku ga mau curhat, tapi ya inilah realitanya begini. Kalau dibilang hancur, ya hancur banget hidupku. Aku udah ga punya penghasilan apapun. Aku harus memulai semuanya dari 0 kembali. Cape-cape meniti karir, nabung, eh hancur lagi.

Rasa putus asa selalu menghantui aku. Apalagi begitu melihat teman-temanku yang seusia sudah jauh lebih sukses dariku. Itu pasti. Tapi bagaimana aku berusaha untuk bangkit dari keterpurukan. Melalui tulisan ini di blog, aku ingin menceritakan kehidupanku, kegiatanku selama aku menganggur. Aku jadikan masa menganggur ini sebagai refleksi diri. Aku reset hidupku kembali, dan mulai fokus menata kembali hidupku yang hancur ini.

Aku sudah tidak menyalahkan keadaan, tapi bagaimana bisa berdamai dengan keadaan itu sendiri. Aku bersyukur punya orang tua yang sangat supportif banget dimasa nganggur ini. Ditambah aku mempunyai teman-teman blogger yang ga terikat dengan waktu, jadi aku bisa ngumpul tanpa terhalang waktu kerja.

Aku mulai menata kembali sosial mediaku yang sudah hancur dan kena suspend itu. Mulai membuat jadwal-jadwal postingan sosmed yang relevan dan sesuai dengan niche.

Oleh karena itu, aku akan namakan programku kedepannya ini sebagai cara produktif di masa nganggur. Aku akan jelaskan cerita, keluh-kesah, juga hal-hal yang aku rasakan selama nganggur. Ya, kurang lebih hampir satu bulan aku nganggur sejak tulisan ini dibuat. Masih enjoy? masih banget. Aku bisa ngegym di siang hari, bisa nganter ibuku beli sayuran dan beli keperluan dapur. Aku bisa membuat konten dan belajar apapun tanpa terikat waktu.

Terus saksikan tulisan-tulisanku kedepannya ya, karena akan ada banyak cerita selama masa pengangguran ini.

sumber foto: https://www.workitdaily.com/things-to-do-while-unemployed

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Ads Blocker Image Powered by Code Help Pro

Ads Blocker Detected!!!

We have detected that you are using extensions to block ads. Please support us by disabling these ads blocker.

Powered By
Best Wordpress Adblock Detecting Plugin | CHP Adblock