Berwisata ke Malaysia bersama Firefly

Sebelum membahas tempat wisata terkenal di Malaysia, kita bahas terlebih dahulu apa itu Firefly. Bagi sebagian orang yang sering bepergian ke Malaysia, Singapura dan Thailand, maskapai satu ini sudah tak asing lagi. Karena, Firefly melayani penerbangan dengan rute Indonesia, Malaysia, Singapura dan Thailand, yang merupakan maskapai LCC ( Lost-Cost Carier) dan merupakan anak perusahaan dari Malaysia Airlines.

Maka, tak salah jika kamu ingin pergi ke Malaysia, Firefly adalah maskapai yang tepat. Dan inilah beberapa tempat wisata yang bisa kamu kunjungi di Malaysia.

  1. Menara Kembar Petronas Malaysia

Rasanya ini adalah spot wajib yang sering dikunjungi wisatawan saat berada di Malaysia, meski hanya sekadar untuk berfoto di bawahnya. Waktu yang tepat untuk berfoto adalah di pukul 6-7 malam, karena kamu bisa mendapatkan cahaya kilau lampu dari menara tersebut.

Di dalam menara Petronas, kamu bisa mendapati mall dan gedung bioskop, jika kamu ingin naik ke atas menara, hal yang harus dilakukan adalah mengantri dari pukul 6 pagi, karena biasanya jika siang hari, kamu tak akan kebagian untuk naik ke atasnya.

2. Berbelanja di Bukit Bintang Walkway Malaysia (The Golden Triangle)

Kawasan ini merupakan pusat belanja dan kuliner di Malaysia. Uniknya, kamu juga bisa melihat atraksi pinggir jalan. Berbagai makanan khas melayu dijual disini. Barang-barang yang ditawarkan pun tergolong murah, karena sering ada diskon meski untuk merk-merk branded.

  1. Melihat Malaysia dari ketinggian 420 meter di Menara Kuala Lumpur

Di sini kamu bisa makan malam dengan pemandangan dari atas menara, kamu bisa melihat Malaysia dari ketinggian 420 meter dan dengan sudut pandang 360 derajat. Anda di haruskan membayar sekitar 40 RM untuk bisa naik ke menara ini.

source:idrus.blogspot.com

  1. Kota Bharu

Kota Bharu terletak di dekat perbatasan Thailand, yaitu di semenanjung Malaysia. Di sini banyak terdapat peninggalan sejarah Kelantan. Yaitu Museum Royal yang menyuguhkan artefak dan foto-foto kerajaan yang menampilkan kemewahan dan Istana Kayu yang unik. Jangan lupakan untuk mengunjungi Central Market yang juga merupakan pasar terbesar di Kota Bharu. Atau kamu juga bisa menikmati wisata air ke Pantai Cahaya Bulan yang menawarkan beberapa kegiatan outdoor seperti rafting, diving ke sebuah Kapal Karam di sekitar samudera Pasifik.

  1. Kuching

Tempat ini terkenal dengan taman, dan hutan hujan tropisnya. Juga Benteng Margerita dan Istana Astana. Berlokasi di tepi Sungai Serawak tempat ini menawarkan banyak atraksi seperti pertunjukan musical air mancur, dan teater terbuka. Terdapat pula kuil Cina, pasar dan toko-toko kerajinan dan barang antic di sekitar jalan Kuching.

source:lonelyplanet.com

  1. Cameron Highland

Terletak di pegunungan Titiwangsa, tempat ini adalah salah satu tempat wisata tertua di Malaysia. Dibangun dengan konsep taman Inggris yang memesona. Menawarkan pemandangan nan hijau dari perkebunan teh, taman bunga warna-warni, hutan, danau dan habitat satwa liar. Sepertinya Malaysia memang tak pernah meninggalkan sejarah. Disini pun terdapat Time Tunnel Galery yang berisi perkembangan Masyarakat Cameron dari masa ke masa.

  1. Penang

Pulau Penang merupakan salah satu Wisata popular di Malaysia, dengan beragam budaya dan kekayaan arsitektur dan juga kuliner karena tempat ini memang merupakan jalur pelayaran dunia. Tempat-tempat yang bisa kamu kunjungi saat di Penang adalah Botanic Gardens, Taman Kupu-Kupu, Supreme Bliss, Bird Sanctuary, dan pantai berpasir putih Batu

Ferringhi yang terletak di sepanjang pantai utara.

Jadi, segera pesan tiket Firefily sekarang di Traveloka dengan mengunjungi Traveloka Firefly di www.traveloka.com/firefly.

Segarnya Cendol Jam Besar Di Melaka

Teriknya matahari yang teramat panas ketika siang hari di melaka. Bahkan mungkin teriknya bisa melebihi jakarta. Sampai saya pun tak henti-hentinya menitihkan keringat, bukan air mata ya. Entah sudah berapa ion tubuh yang berkurang pada siang itu. Sekedar berkeliling mencari minuman untuk melegakan dahaga dikala panas yang ‘membara’, tak disangka ternyata ada juga cendol di melaka.
Cukup menarik karena cendolnya ada dalam berbagai varian rasa dan lebih beragam. Mungkin kalau di sini cendolnya hanya di campur gula dan santan, contohnya cendol bandung. Disana selain gula dan santan, cendol bisa dicampurkan dengan duren, ketan, jelly, ais cream ataupun jagung, Menarik bukan?.

 

Tan Beng Swee Clock Tower
Yang unik adalah penamaan cendol jam besar. mungkin karena berhadapan langsung dengan Tan Beng Swee Clock Tower atau lebih dikenal dengan jam besar. Dan ternyata cendol ini sudah ada dari tahun 1952, terletak tak jauh dari Dutch square yaitu tempat di mana Christ Church ataupun Red Square beradakarena letaknya yang strategis, banyak memang yang lepak disana. Di dukung juga dengan cuaca yang lagi panas-panasnya. memang sangat cocok lepak sembari menikmati suasana kota tua di melaka. Berikut ini merupakan aneka cendol khas dari cendol jam besar di melaka:

 

cendol pulut
Yang pertama adalah cendol pulut. yang saya tahu tentang pulut adalah makanan sejenis ketan. Saya ingat sering sekali membeli pulut bila sedang ke pasar tradisional dan agak lembek memang. Namun, tampaknya pulut disana lebih berbeda, agak lebih keras namun tetap lunak di makan dan rasa berasnya begitu terasa.
Begitu di teguk, luar biasa segarnya apalagi di minum pada siang hari bolong. harganya pun cukup murah, sekitar RM 2.00 (2014) dan disuguhkan dengan mangkuk yang sangat cantik dan comel. Eh maksud saya orang yang minumnya cukup comel.

 

Cendol Durian
Siapa yang suka dengan duren atau durian? eits bukan mau belah duren. Namun berikut ini adalah cendol dengan campuran durian yang sangat best!. Memang untuk harga agak mahal dikit. sekitar RM 3.00 (2014) untuk satu mangkuknya. Rasa durennya memang sangat terasa, karena di campurkan dengan satu biji duren, dan dicampurkan dengan semacam kacang. Mungkin bagi yang fans berat duren bisa mencoba rasa cendol yang satu ini, dijamin maknyes.
Cendol Mix

 

Yang terakhir adalah cendol yang sudah di mix berbagai rasa. Warna-warni dari cendol tersebut benar-benar menggugah selera siapapun yang melihatnya. Cendol mix ini merupakan campuran dari kacang merah, jelly merah, jagung manis dan jelly hitam. Harganya pun lebih murah, sekitar RM 2.00 (2014) saja. Menarik memang, satu mangkuk ada berbagai macam rasa. Selain cendol diatas tadi, ada juga cendol campuran pulut dan kacang merah, cendol jagung dan cendol ais cream.

Hayo silahkan mau pilih cendol yang mana gan?.

Jom datang saja ke cendol jam besar (Clock Tower) tepatnya di Dutch square, Jalan Gereja, Melaka, Malaysia.

Sejenak Menikmati Sunset Di Pantai Puteri

Suasana yang begitu dramatis dengan kumpulan kerajaan awan dan bola matahari khas di sore hari. Langit yang tadinya sangat cerah seketika berubah menjadi orange keemasan.  Sungguh kanvas tuhan yang luar biasa indahnya. Oh iya, Perkenalkan, namanya pantai puteri. berada di deretan pantai barat malaysia. berjarak sekitar 12 KM dari bandaraya melaka. salah satu pantai andalan bila berkunjung ke melaka. Butuh 45 menit untuk mencapai lokasi ini dari kota A Famosa, itupun karena kesesakan di jalan raya akhirnya bisa sampai 45 menit.
Walau agak telat sampai, namun sepertinya matahari sedang menunggu saya untuk tiba. Bersyukurlah cahaya orange keemasan itupun masih terlihat. Sempat terpikir akan terjadi hujan dan juga tak ada bola matahari yang muncul karena tertutup awan lebat. Tak disangka beliau pun muncul di tengah kekhawatiran tadi. Cahaya yang muncul ditengah-tengah kumpulan awan seakan seperti seseorang sedang menerima pencerahan dari sang maha kuasa.
8aade-dsc_4215
Untuk menikmati pantai puteri tak perlu membayar parkir, ataupun membayar masuk pantai, semuanya gratis alias free!. yang berkunjung pun tak banyak, mungkin karena weekday, hari senin pula. Hanya ada segelintir orang yang sengaja menikmati pantai disaat sore hari, itupun termasuk saya. Rencana untuk lepak sembari menikmati coconut shake pun batal karena kedai banyak yang sudah tutup, mungkin karena sudah terlalu sore, alhasil hanya sunset dan pantai saja yang bisa di nikmati.
Awalnya sangat pesimis, karena menurut kawan saya, sebut saja faz sapaan akrabnya “agak kotor”, bukan kotor pantainya, tapi air laut yang menurutnya agak berwarna kehitaman. Namun setibanya disana, air laut sepertinya lebih baik dari pada di kota kelahiran saya. begitu takjubnya sampah tak mendominasi pantai, justru yang terlihat adalah butiran pasir yang sangat bersih berwarna kuning kecoklatan.
d5de8-dsc_4144-2
Terlihat sepasang sejoli sedang menikmati pantai dengan khusuknya. Seperti dunia ini milik berdua. ya seperti itulah pasangan yang sedang dimabuk asmara. tak cuman sepasang sejoli itu saja yang menarik perhatian, masih berbicara sekitaran pantai puteri, banyak diantaranya deretan kapal-kapal besar yang lalu lalang dan dapat terlihat sangat dekat dengan pantai. mungkin seperti itulah kesibukan kapal-kapal di selat yang paling stategis dan terpenting di asia tenggara yaitu selat melaka.
a860d-dsc_4180
Tak sampai satu jam di pantai puteri, matahari pun akhirnya harus berganti shift dan berubah menjadi malam. Pantai yang lumayan landai dengan ombak yang sangat bersahabat. berwarna biru kehijauan dan di kelilingi oleh pepohonan cemara. butiran pasir pantai yang berwarna kuning kecoklatan. serta deretan kesibukan kapal-kapal besar di selat malaka, cukup lah untuk mengobati rasa rindu saya akan pantai. jika itu berjodoh, saya akan kembali lagi kesini untuk melihat sunset yang luar biasa di pantai puteri.

Menembus kabut dengan Genting Skyway

Mendengar kata Genting, pikiran saya langsung tertuju kepada salah satu judul lagu ada apa dengan cinta, berjudul Genting yang isinya luar biasa bikin galaunya, ternyata berbeda dengan genting yang ada dimalaysia ini, bisa dikatakan puncaknya Kuala Lumpur dan tidak akan buat kita galau tentunya. dengan perjalanan sekitar satu jam-an dari kuala lumpur. sungguh lancarnya menuju genting ini, tak ada istilah satu arah untuk arah bawah atau satu arah dari puncak, jalanannya pun sangat lebar walau sedang menaiki pegunungan.

Pada  21 February 1997 Genting skyway mulai diresmikan sebagai transportasi dari dan menuju Genting Highland. Bisa dikatakan ini merupakan transportasi yang efektif dan sangat ramah lingkungan. Tarifnya sekitar RM6.00 untuk sekali jalan dan RM12.00 untuk pulang dan pergi (2013). bisa menampung maksimal 6 orang berjejer rapih di dalam kereta gantung (cable car). 
Pacuan kuda seperti di d’ranch lembang
Awalnya sangat excited sekali, karena ini pertama kalinya naik kereta gantung, saking excited-nya sampai-sampai saya tidak duduk sama sekali dan hanya memotret sembari melihat pemandang sungguh indahnya, hijaunya pegunungan yang sangat lebat, ditambah udara yang sejuk, sekeliling hanya melihat hutan dan hutan dan kereta gantung tentunya.
Sedang asyiknya menikmati pemandangan tiba-tiba kereta gantung itu berhenti!, saya yang belum pernah naik kereta gantung sebenarnya sedikit panik, cuman karena gengsi jadi ya hanya bisa komat kamit dimulut aja. Sempat terpikirkan juga kalau berhenti  ditengah-tengah perjalanan turunnya bagaimana?. Sambil menunggu di dalam ketidak pastian,  tiba-tiba beberapa menit kemudian kereta gantung itupun berjalan lagi, fiuh akhirnya. Sadar baru sadar ternyata memang kereta gantung di genting ini berhenti setiap beberapa menit sekali, entah karena apa berhenti saya sendiri kurang paham.
Perjalanan yang tidak melelahkan sama sekali kendati sedang menempuh perjalanan sekitar 3,38 KM. begitu sampai puncak, kabut pun langsung menghampiri saya yang berjaket tipis ini. dinginnya kalau kata suporter bola ahay! sekali untuk yang ingin menikmati udara sejuk nan sendu. 
Di dalam Genting Highland itu sendiri terdapat hotel-hotel berbintang, restoran, permainan sejenis dufan dan yang saya denger katanya ada tempat casino, namun saya tak sempat melihat arena casino seperti apa karena baru sekitar 40 menit di  Genting Highland sudah balik lagi, untung sudah beli tiket skyway pulang dan pergi, otomatis tidak beli lagi. Akhirnya perjalanan yang menyenangkan itu berlanjut kembali dengan menaiki kereta gantung untuk pulang
Suasana menjadi mistis ketika kabut menyelimuti Genting Highland. Seperti hilang termakan dalam kabut, lalu kereta gantung itupun muncul kembali menembus kabut yang lumayan tebal. Tak henti-hentinya kabut menyelimuti Genting Highland membuat udara semakin sejuk walau lama kelamaan jadi kedinginan. Sempat terpikirkan bagaimana kalau naik kereta gantung pada malam hari ya? karena baru aja ada promo naik kereta gantung bisa pada malam hari. tentu beda sekali sensasinya dengan siang hari, karena siang hari saja kabutnya sudah seperti ini apalagi malam.
Beton penopang tiang-tiang kereta gantung sangatlah kuat itu terlihat dengan ditanamnya lebih dalam untuk beton kebawah tanah. Beton diperkuat karena tanah di pegunungan ini sangat lunak layaknya tanah di pegunungan pada umumnya. Saya melihat ada beberapa titik tanah yang longsor beruntung longsoran tersebut tidak berada di tempat tower.  
Perjalanan 30 menit yang sangat menyenangkan, walau sedang menaiki pegunungan setinggi 1,740 M, namun kita hanya duduk manis menikmati pegunungan itu sendiri. Hutan di genting ini bukan sembarang hutan ternyata, ada juga spesies fauna didalamnya, saya melihat ada seekor kera berwarna hitam seperti lutung yang saya pun hanya melihatnya di kebun binatang. Bagi yang mau menikmati Genting skyway ini bisa datang  7.30am – 7.30pm waktu malaysia (sumber rwgenting). Untuk mencapai Genting ini bisa menaiki bas (bus) salah satunya dari terminal puduraya kuala lumpur atau bisa naik taksi. 
Sumber : Wikipedia

Mengenal Lebih Jauh Kuala Lumpur

Dataran Merdeka

Ketika saya berkunjung ke Kuala Lumpur, saya berkunjung ke sebuah tempat yang bernama  Dataran Merdeka. Dataran Merdeka sendiri adalah sebuah lapangan yang cukup luas, yang merupakan tempat pelaksanaan ulang tahun kemerdekaan Malaysia setiap tahun sejak 1957, disana terdapat tiang bendera malaysia yang sangat tinggi yang katanya setinggi 95 meter, ada juga.muzium textile, perpustakaan dan yang paling terkenal adalah Sultan Abdul Samad Building.

Sultan Abdul Samad Building
Tak jauh dari Daratan Merdeka, saya melihat sebuah bangunan, hampir mirip museum, di depannya terpampang tulisan I Love KL, ternyata itu adalah Kuala Lumpur City Gallery. Begitu masuk ke dalamnya, kita akan disuguhkan oleh berbagai macam brosur, terutama brosur tentang pariwisata di Malaysia, transportasi, museum maupun kuliner yang ada di Kuala Lumpur
Awalnya saya sempat ragu mau mengambil brosurnya, saya takut nanti bayar lagi. tapi setelah melihat orang mengambilnya saya jadi pede ambil sebanyak mungkin untuk oleh-oleh, haha. tak cuma brosur yang gratis, wifinya pun juga, walau tak pakai paket data handphone saya tetap bisa update.
Yang menarik, ada sebuah replika Jamek’s Mosque, keren sekali replikanya, banyak juga foto-foto yang terpajang yang  mengisahkan tentang kuala lumpur masa lampau dan juga masa kini.

Jamek’s Mosque

Menurut saya, dengan adanya Kuala Lumpur City Gallery ini, kita bisa tau lebih jauh tentang Kuala Lumpur, terutama sejarah Kuala Lumpur itu sendiri. Di dalamnya terdapat Penjelasan sejarah berikut dengan foto-fotonya. saya memang tidak membaca semua yang ada disana, tapi saya salut aja, interiornya bagus, penataannya keren.

lalu saya memasuki sebuah ruangan yang mirip-mirip sebuah bioskop. ternyata bukanlah bioskop, melainkan sebuah replika Bandar Kuala Lumpur, bandar adalah sebutan oleh orang melayu. tak hanya sejarahnya saja kita bisa tahu, tapi kita bisa melihat sebuah kota Kuala Lumpur dalam miniatur mini. benar-benar cantik sekali ternyata kuala lumpur itu. cahaya yang bagus menambah daya pikat ketika melihat replika tersebut.

Ada juga sebuah layar yang menceritakan Kuala Lumpur masa kini dan masa depan. sebuah kota yang tertata rapi, kalau dilihat-lihat kuala lumpur itu seperti kota yang benar-benar ‘direncanakan’ pembangunannya. tidak asal jadi dan asal membangun saja, menurut saya sih begitu. 

Keluar dari area museum, kita akan melewati sebuah ruangan isinya tentang kerajinan tangan atau handcraft. terdapat berbagai macam handcraft, tapi menurut saya agak horor ketika kita mengunjugi area seperti itu, karena kebanyakan barangnya pecah belah dan mahal, ada pula handcraft dari Indonesia disana rupanya. barang-barangnya menarik tapi tentu di dukung dengan uang yang menarik juga.